Zikir dan Doa Kebangsaan, Menjaga Negeri dari Arah yang Kadang Terlupa

Foto: Ryan Wahyudi/Humas MAN 1 Majene
Foto: Ryan Wahyudi/Humas MAN 1 Majene

‎Majene — Ratusan peserta hadir memadati kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majene, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan spiritual yang dilaksanakan secara serentak oleh Kementerian Agama di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Majene, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Majene. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa semangat dan upaya menjaga bangsa merupakan hasrat bersama yang melampaui batas institusi dan profesi.

Momentum ini menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan doa sebagai penguat persatuan bangsa, sekaligus menegaskan bahwa kepedulian terhadap Indonesia dapat diwujudkan melalui pengabdian, kebersamaan, dan munajat yang dipanjatkan secara kolektif. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan spiritual sekaligus peneguhan komitmen kebangsaan bagi seluruh insan Kementerian Agama.

Di tengah derasnya arus informasi dan berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, doa sering kali menjadi ikhtiar yang luput dari perhatian. Padahal, bagi masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius, mendoakan negeri merupakan bagian dari tanggung jawab moral sekaligus spiritual. Melalui Zikir dan Doa Kebangsaan, keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Majene mengingatkan kembali bahwa menjaga Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui kerja dan pengabdian, tetapi juga dengan bermunajat, memohon agar bangsa ini senantiasa diberi kedamaian, persatuan, serta kesanggupan menghadapi ragam arus yang terus berubah.

‎Sejak petang, para peserta mulai memadati lokasi kegiatan dengan dresscode putih yang telah disepakati, mencerminkan antusiasme dan semangat kebersamaan dalam menyukseskan agenda ini. ‎Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Isya berjemaah, dilanjutkan dengan zikir bersama dan doa untuk keselamatan bangsa serta keberkahan bagi seluruh rakyat Indonesia. Suasana religius yang menyelimuti pelaksanaan kegiatan menjadi pengingat akan pentingnya membangun keseimbangan antara penguatan spiritual dan pengabdian kepada negara.

‎”Mungkin bingkai yang dilakukan Kementerian Agama hari ini adalah mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Kita malam ini bersama-sama ikut berzikir, kita mengharapkan bahwa pintu-pintu langit ini akan terbuka. Mengapa? Karena di dalamnya ada zikir dan doa kebangsaan kita,” ungkap Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene, H. M. Sahlan, dalam sambutannya.

Foto: Humas MAN 1 Majene

‎Zikir dan Doa Kebangsaan tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt., tetapi juga memperkokoh nilai-nilai persatuan, moderasi beragama, serta cinta tanah air. Semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini diharapkan semakin menguatkan sinergi antarsatuan kerja dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang profesional, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat.

‎Kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan bagi keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Majene untuk memanjatkan doa bagi Indonesia di tengah berbagai dinamika dan kabar yang berkembang belakangan ini. Melalui dzikir dan doa bersama, para peserta memohon agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan perlindungan, kedamaian, persatuan, serta dijauhkan dari berbagai musibah, bencana, konflik, maupun persoalan yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat. Ikhtiar spiritual tersebut menjadi pengingat bahwa setiap tantangan bangsa perlu dihadapi tidak hanya dengan kerja nyata, tetapi juga dengan berkerja sama mengetuk pintu rahmat dan pertolongan Allah melalui doa.

‎Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Majene kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang pembinaan yang memadukan nilai keagamaan dan kebangsaan. Dengan upaya spiritual yang dilakukan secara bersama, diharapkan lahir semangat baru dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara sekaligus pelayan umat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *