PMPZI: MAN 1 MAJENE BERHASIL MELAJU KE TAHAP SELANJUTNYA USAI PENILAIAN TPPP PROVINSI SULAWESI BARAT DENGAN NILAI CAPAIAN KINERJA TERTINGGI

MAJENE, 29 Januari 2026 | MAN 1 Majene kembali berhasil mengamankan posisi dalam pengumuman hasil Penilaian Pendahuluan PMPZI oleh Tim TPP Provinsi Sulawesi Barat. Hal ini merupakan proses penilaian tahap kedua dalam Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI). PMPZI bertujuan untuk mengukur kesiapan menuju predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

 

Adnan Nota selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat dalam sambutannya menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras dari tim yang solid dan pimpinan yang memiliki integritas yang baik. Bagian ini merupakan inti dari birokrasi WBK/WBBM.

“Pencapaian ini tidak mudah dan ini hanya bisa dicapai oleh tim yang solid, oleh pimpinan yang punya kepedulian, punya integriti yang bagus, dan hari ini akan kita buktikan hasilnya. Ini yang semestinya ada di satker,” sambut Adnan Nota.

Torehan prestasi ini merupakan angin segar dan sarapan pagi paling menyenangkan untuk seluruh Tim ZI MAN 1 Majene, setelah melewati hari-hari yang melelahkan selama proses pemenuhan evidence agar bisa sampai pada tahap ini.

“Puji Syukur kehadirat Allah swt., karena MAN 1 Majene sudah lolos pada penilaian tahap kedua penilaian ZI dan ini merupakan hasil kerja sama dari seluruh tim ZI yang ada. Jadi terima kasih banyak kepada seluruh tim yang sudah sangat bekerja keras siang dan malam untuk mewujudkan keinginan atau cita-cita kita lolos dalam penilaian tahap selanjutnya,” ujar M. Said, ketua Tim ZI MAN 1 Majene, Kamis (29/01/026).

Gambar: Tangkapan Layar Perolehan Nilai MAN 1 Majene

Hasil penilaian  mencatatkan nilai capaian kinerja sebanyak 154 untuk MAN 1 Majene, tertinggi di antara 5 satuan kerja yang berhasil lolos ke tahap selanjutnya. Keberhasilan ini merupakan momentum untuk terus meningkatkan inovasi pelayanan dan kualitas pendidikan di lingkungan madrasah. Tidak hanya untuk melewati tahap penilaian selanjutnya, tetapi juga sebagai upaya mewujukan budaya bersih dari korupsi yang berkelanjutan, dengan menjaga mutu pendidikan dan tata kelola administrasi yang akuntabel.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *