Merawat Alam dalam 300 Galon Bekas

Majene, 25 Agustus 2025 – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Majene mengambil langkah inspiratif dengan menanam 300 pot tanaman jangka pendek sebagai bagian dari program pendidikan lingkungan berbasis ekoteologi. Kegiatan ini melibatkan siswa, guru, dan staf madrasah dalam upaya nyata merawat bumi sekaligus membangun kesadaran ekologis yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan.

Program penanaman ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan wujud penerapan ekoteologi, yang mengajarkan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab spiritual manusia sebagai penatalayan ciptaan Tuhan. Dengan memilih tanaman jangka pendek seperti cabai, tomat, bawang dsb, MAN Majene tidak hanya mempromosikan ketahanan pangan, tetapi juga memberikan pembelajaran langsung kepada siswa tentang pentingnya pertanian berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya alam.

“Tanah kami tidak cocok untuk ditanami langsung, makanya kami memakai galon bekas untuk menanam tanaman ini” Kata Kepala Madrasah dihadapan Kakanwil Kemenag Sulbar, Adnan Nota Ketika berkunjung ke Aliyah Negeri ini Jumat pekan lalu.

Adnan dalam kesempatan yang sama menyatakan akan mengecek lagi pada kesempatan mendatang perkembangan proyek ekoteologi ini, “kalo perlu cat galonnya agar lebih menarik” tambahnya.

Program ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi sekolah dan Madrasah lain di Indonesia. MAN Majene berencana memperluas jenis tanaman jangka pendek lainnya, seperti tomat dan terong, untuk memperkaya pembelajaran dan kontribusi terhadap lingkungan.

Dengan semangat “menanam kebaikan,” MAN Majene membuktikan bahwa pendidikan lingkungan berbasis ekoteologi dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk masa depan bumi.

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *