Kakanwil Bocorkan Rahasia Guru Legendaris

Suasana MAN 1 Majene pagi ini dipenuhi semangat baru saat Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Barat, Dr. Adnan Nota, hadir memberikan pembinaan inspiratif kepada 61 Aparatur Sipil Negara (ASN) MAN 1 Majene dan para kepala Madrasah Aliyah swasta se-Kabupaten Majene. Acara ini menjadi panggung untuk mengusung visi pendidikan yang penuh cinta dan ramah anak.
Kepala MAN 1 Majene, Yusbar, memulai sambutan dengan mengajak seluruh ASN untuk menghadirkan warna baru bagi Kemenag Sulawesi Barat. “mari kita wujudkan kinerja terbaik untuk memberi warna yang baik di Kementerian Agama di Sulbar!” serunya,

Dr. Adnan Nota, dengan penuh antusias, memperkenalkan konsep “kurikulum berbasis cinta” yang mencuri perhatian. Ia mengajak hadirin untuk mengenang guru-guru legendaris yang begitu membekas di hati murid. “kenapa guru-guru kita dulu begitu mengesankan, apa rahasianya? Jawabannya adalah Cinta yang begitu tulus dan besar dalam mendidik,” ujar ketua PWNU Sulawesi Barat ini. Namun, ia menegaskan bahwa cinta di era modern ini harus dikemas dengan pendekatan yang berbeda. “Sekarang, sekolah harus ramah anak. Guru bukan sosok mennyeramkan, tapi sahabat yang menginspirasi,” tambahnya,

Tak boleh lagi ada kekerasan di pendidikan karna cara mencintai kita sudah mesti berbeda dari guru-guru masa lalu,.

merujuk pada arahan Menteri Agama.
Adnan juga menggaungkan ide lingkungan sekolah yang asri dan nyaman, sesuai dengan konsep ekoteologi yang digaungkan Kyai Menteri.

“Bayangkan, madrasah yang hijau, enak dipandang, dan membuat siswa betah belajar. Ini bukan sekadar mimpi, tapi kebutuhan!” katanya, mengajak semua pihak untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Pembinaan ini bukan hanya sekadar arahan, tetapi juga undangan untuk mentransformasi pendidikan menjadi pengalaman yang penuh makna, berlandaskan cinta dan kepekaan terhadap kebutuhan siswa.

jal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *